Apa Itu
Filsafat ??
Filsafat
Menurut Ali Mudhofir dalam Tim Dosen Filsafat Ilmu UGM (1996:17)
mendefinisikan filsafat adalah usaha untuk memahami atau mengerti dunia dalam
hal makna dan nilai-nilainya. Sedangkan Anonim menyebutkan bahwa Filsafat adalah refleksi kritis yang radikal.
Refleksi adalah upaya memperoleh pengetahuan yang mendasar atau unsur-unsur
yang hakiki atau inti. Filsafat
termasuk ilmu pengetahuan yang paling luas cakupannnya, oleh karena itu titik
tolak untuk memahami dan mengerti filsafat adalah meninjau dari segi etimologi.
Filsafat berasal dari bahasa Yunani “Philosophia”.
Philos berarti teman, selanjutnya Sophos berarti
bijaksana, sedangkan Sophia berarti kebijaksanaan. Maka secara
etimologi (asal-usul kata) maka ada dua arti filsafat yang sedikit berbeda.
Pertama, artinya mencintai hal-hal yang bersifat bijaksana, dan yang kedua
artinya teman bijaksanaan. Pengertian Filsafat adalah studi yang
mempelajari seluruh fenomena kehidupan dan pemikiran manusia secara kritis
dengan mengutarakan problem secara persis, mencari solusi untuk itu, memberikan
argumentasi dan alasan yang tepat untuk solusi tertentu.
Timbulnya filsafat
karena manusia merasa kagum dan merasa heran. Pada tahap awalnya kekaguman atau
keheranan itu terarah pada gejala-gejala alam. Dalam perkembangan lebih lanjut
karena persoalan manusia makin kompleks, maka tidak semuanya dapat dijawab oleh
filsafat secara memuaskan.
Bidang filsafat sangat luas dan
mencakup secara keseluruhan sejauh dapat dijangkau oleh pikiran. Filsafat
berusaha menjawab pertanyaan-pertanyaan tentang asal mula dan sifat dasar alam
semesta tempat manusia hidup serta apa yang merupakan tujuan hidupnya. Apabila
ilmu pengetahuan mengumpulkan data empiris atau data fisik melalui observasi
atau eksperimen, kemudian dianalisis agar dapat ditemukan hukum-hukumnya yang
bersifat universal. Oleh filsafat hukum-hukum yang bersifat universal tersebut direfleksikan atau dipikir secara kritis dengan tujuan untuk mendapatkan unsur-unsur
yang hakiki, sehingga dihasilkan pemahaman yang mendalam. Kemudian apa
perbedaan Ilmu Pengetahuan dengan Filsafat. Apabila ilmu pengetahuan sifatnya taat fakta, objektif dan
ilmiah, maka filsafat sifatnya mempertemukan berbagai aspek kehidupan di
samping membuka dan memperdalam pengetahuan. Apabila ilmu pengetahuan objeknya dibatasi, misalnya Psikologi
objeknya dibatasi pada perilaku manusia saja, filsafat objeknya tidak dibatasi
pada satu bidang kajian saja dan objeknya dibahas secara filosofis atau
reflektif rasional, karena filsafat mencari apa yang hakikat. Apabila ilmu
pengetahuan tujuannya memperoleh data
secara rinci untuk menemukan pola-polanya, maka filsafat tujuannya mencari
hakiki, untuk itu perlu pembahasan yang mendalam. Apabila ilmu pengetahuannya
datanya mendetail dan akurat tetapi tidak mendalam, maka filsafat datanya tidak
perlu mendetail dan akurat, karena yang dicari adalah hakekatnya, yang penting
data itu dianalisis secara mendalam.
Persamaan dan perbedaan antara Filsafat dan Agama adalah sebagai berikut.
Persamaan antara Filsafat dan Agama adalah semuanya mencari kebenaran. Sedang
perbedaannya Filsafat bersifat rasional yaitu sejauh kemampuan akal budi,
sehingga kebenaran yang dicapai bersifat relatif. Agama berdasarkan iman atau
kepercayaan terhadap kebenaran agama, karena merupakan wahyu dari Tuhan YME,
dengan demikian kebenaran agama bersifat mutlak.
Produk
Pemikiran Filsafat
Berfikir filsafat timbul karena
adanya sesuatu hal yang dipikirkan atau pertanyakan terhadap sesuatu
hal atau objek, bahkan bisa saja karena adanya keheran terhadap objek di
sekeliling kita. Dari hal-hal tersebut maka seseorang akan mencari jawaban dari
pertanyaan atau rasa keheran secara mendalam sampai hal tersebut terjawab
sesuai dengan kepuasan yang diinginkan, didalam menjawab pertanyaan tersebut
dibutuhkan suatu pola berpikir agar pertanyaan tersebut terjawab dan hasil
jawaban itu dapat dipertanggungjawabkan, seperti halnya di atas
pertanyaan-pertanyaan tersebut tidak akan terjawab jikalau tidak ada
pemikiran/berpikir serta pengetahuan yang ilmiah dalam menjawab sehingga
dibutuhkan suatu ilmu dalam menjawab sehingga dapat dikatakan bahwasanya produk
dari pemikiran filsafat adalah ilmu serta ilmu tersebut akan muncul
cabang-cabang ilmu yang lain yang mebidangi dari setiap permasalahan yang
dikaji.
Empat persoalan yang ingin dipecahkan oleh filsafat ialah :
1.
Apakah sebenarnya hakikat
hidup itu? Pertanyaan ini dipelajari
oleh Metafisika
2.
Apakah yang dapat saya
ketahui? Permasalahan ini dikupas
oleh Epistemologi.
3.
Apakah manusia itu? Masalah
ini dibahas olen Atropologi Filsafat.
Beberapa ajaran filsafat yang telah mengisi dan tersimpan
dalam khasanah ilmu adalah:
1.
Materialisme, yang
berpendapat bahwa kenyatan yang sebenarnya adalah alam semesta badaniah. Aliran ini tidak mengakui adanya kenyataan spiritual. Aliran materialisme
memiliki dua variasi yaitu materialisme dialektik dan materialisme humanistis.
2.
Idealisme yang berpendapat
bahwa hakikat kenyataan dunia adalah ide yang sifatnya rohani atau intelegesi.
Variasi aliran ini adalah idealisme subjektif dan idealisme objektif.
3.
Realisme. Aliran ini
berpendapat bahwa dunia batin/rohani dan dunia materi murupakan hakitat yang
asli dan abadi.
4.
Pragmatisme merupakan aliran
paham dalam filsafat yang tidak bersikap mutlak (absolut) tidak doktriner
tetapi relatif tergantung kepada kemampuan
manusia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar