Rabu, 28 Desember 2016

Filsafat Ilmu sebagai Dasar dan Arah Pengembangan Ilmu Ekonomi



Filsafat ilmu sangat berperan bagi ilmu ekonomi dengan 3 landasan pokoknya, yaitu: 1) landasan ontologi, 2) landasan epistemologi dan 3) landasan aksiologi dalam mencipatakan penemuan-penemuan baru, baik ekonomi secara teoritis maupun ekonomi terapan. Temuan-temuan ilmiah di bidang manajemen produksi, manajemen pemasaran, manajemen sumber daya manusia dan manajemen keuangan telah mampu membawa dampak terhadap modernisasi sistem industri dan perdagangan dunia.

Kemajuan teknologi pada abad ini merupakan hasil dari aktivitas intelektual manusia yang sudah maju, baik dalam sistem maupun metodenya. Adanya perubahan teknologi ini juga berakibat langsung terhadap perkembangan drastis sistem ilmu dan teknologi. Perkembangantersebut menghasilkan revolusi ilmiah dan revolusi teknologi yang bergerak dalam perubahan kualitatif yang mendasar. Kemajuan drastis besifat mendasar ini merupakan prestasi-prestasi ilmiah modern, yang terungkap dalam teknologi dan juga dalam proses produksi barang-barang material, maka ini berarti tingkat peradaban manusia sudah semakin tinggi.

Save M. Dagun (1992) mengemukakan, bahwa gambaran masyarakat ekonomi masa depan berdasarkan prinsip-prinsip industrialisme dibedakan menjadi tiga: “1) masyarakat pra-industri, 2) masyarakat era industri, dan 3) masyarakat pasca industri”.

Masyarakat pra-industri, yaitu apabila perkembangan industri yang nampak dari GNP negaranya masih rendah. Masyarakat era industri ditandai dengan adanya perkembangan industri dan pemanfaatan teknologi mesin-mesin. Sedangkan masyarakat pasca industri ditandai dengan terjadinya reduksi besar-besaran terhadap waktu kerja, pertumbuhan populasi nol dan reorientasi perekonomian dan kebudayaan dalam meningkatkan kualitas hidup sertaperkembangan studi tentang mekanisme umpan balik, sistem komunikasi dan ditemukannya mesin-mesin yang berteknologi canggih (cyber). Kecanggihan mesin tersebut mampu menguraikan organisme hidup, kemudian diterapkan pada mesin-mesin elektronik yang sangat rumit strukturnya. Ilmu tentang sibernetik tersebut, juga memiliki keterbatasan, karena aktivitas jiwa dan rohani manusia tidak dapat diuraikan oleh pencipta sibernetik melalui komputer yang paling canggih sekalipun.

Konsep sosio ekonomi lahir dengan bertujuan untuk menggali arus dasar persoalan ekonomi dan sosial masyarakat. Persoalan-persoalan yang timbul saat ini adalah masalah ekologi sosial yang terjadi di setiap negara, dimana setiap negara harus menciptakan kondisi-kondisi yang menyenangkan bagi hubungan internasional yang baik demi terciptanya dunia yang lebih maju dan berdasarkan atas rasa cinta damai. Persoalan ekonomi yang ada hubungannyadengan ekologi sosial perlu ditangani secara bersama oleh semua ilmu (multi discipline). Usaha untuk memperluas dan melaksanakan kebijaksanaan dan strategi demografis yang aktif bagi perlindungan habitat lingkungan sangat diperlukan. Usaha mengatasi masalah-masalah dunia dewasa ini menuntut usaha terpadu dalam berbagai aktivitas. Usaha ini termasuk filsafat yang menyangkut ideologi dalam rangka menghargai hak asasi manusia. Masyarakatdunia yang sedang menyongsong era industrialisasi bertujuan untuk meningkatkan taraf hidup dengan meningkatkan kesejahteraan secara merata.
 

Perkembangan ilmu dan teknologi berpengaruh terhadap kegiatan-kegiatan produksi, distribusi dan konsumsi yang telah dibangun dan dikembangkan oleh para ahli ekonomi yang banyak menimbulkan dilema-dilema yang mendistorsi eksistensi manusia itu sendiri. Dampak negatif yang diakibatkan dari adanya aktivitas produksi yang mempengaruhi kondisi lingkungan. Lingkungan menjadi tidak seimbang dikarenakan timbul persoalan-persoalan radioa aktif, pencemaran lingkungan, pencemaran udara dan pencemaran air. Dengan adanya persoalan-persoalan dampak dari aktivitas produksi tersebut, maka diperlukan pembatasan-pembatasan dan perencanaan yang matang terhadap aktivitas produksi yang akan dilaksanakan. Ilmu ekonomi tidak mampu memecahkan masalah-masalah sosial dan tata lingkungan yang diakibatkan kemajuan ilmu ekonomi itu sendiri.


Persoalan-persoalan di bidang ekonomi modern dapat dirumuskan dalam pertanyaan- pertanyaan sebagai berikut:

Apakah perusahaan-perusahaan memanusiakan manusia di tempat kerja? Apakah tingkat kepedulian sosial peru sahaan cukup tinggi? Apakah penggunaan sumber daya alam memperhitungkan kelestarian ekonomi? Apakah perusahaan rela memikul biaya sosial? Apakah dalam mendapatkan keuntungan, perusahaan memegang teguh norma-norma moral dan etika? (Siagian, 1996).

Persoalan-persoalan ekonomi yang timbul berkisar pada aspek aksiologi dan filsafat ilmu. Banyaknya permasalahan yang berkaitan dengan aspek aksiologis dalam perkembangan ilmu ekonomi dan tanggung jawab para ahli ekonomi Indonesia, antara lain: 1) Masalah pengangguran, 2) Masalah tanggung jawab sosial perusahaan, 3) Masalah peningkatan mutu kehidupan, 4) Masalah peningkatan taraf hidup, 5) Masalah pelestarian lingkungan hidu, 6) Masalah perkembangan teknologi, 7) Masalah pengangguran tenaga kerja yang semakin rumit, dimana keterampilan dan keahlian tenaga kerja tidak sesuai dengan tuntutan dunia usaha.

Perusahaan dalam usahanya untuk meningkatkan efisiensi, efektivitas dan produktivitas kerja, sering berakibat terhadap penggunaan teknologi canggih dan pengurangan tenaga kerja. Langkah tersebut mengakibatkan tingkat pengangguran tinggi, daya beli rendah serta terjadinya kesenjangan sosial.

Masalah tanggung jawab sosial merupakan kewajiban yang harus dijalankan oleh pihak manajer perusahaan terhadap lingkungan di sekitar perusahaan. Dijalinnya hubungan baik ini akan membantu kelancaran operasional perusahaan, dimana masyarakat sekitar akan ikut bertanggung jawab atas keamanan perusahaan dan sebaliknya perusahaan akan memberikanbantuan dan dukungan kepada masyarakat yang membutuhkan yang dikaitkan dengan filosofi, tujuan dan strategi yang dianut perusahaan. Masalah peningkatan mutu kehidupan, dikaitkan dengan tuntutan masyarakat agar harkat dan martabatnya diakui dan dihargai merupakan tantangan nyata. Dalam interaksi antara karyawan dengan pihak manajemen menuntut harus tercermin pengakuan dan penghargaan atas harkat dan martabat mereka.

Masalah peningkatan taraf hidup karyawan harus diperhatikan oleh para manajer, karena karyawan bekerja bukan hanya sebagai upaya mencari nafkah saja, tetapi juga sebagai wahana untuk menunjukkan eksistensi dirinya.
 

Secara pesat perkembangan ekonomi industrialisasi di suatu masyarakat, makin besar pula peranan dunia usaha dalam pencemaran lingkungan dan perusakan lingkungan. Belum ditemukannya solusi yang tepat untuk menangani pencemaran dan perusakan lingkungan ini tidak hanya menjadi tanggung jawab pihak manajer, tetapi juga melibatkan semua pihak. Semakin pesatnya perkembangan teknologi yang banyak dimanfaatkan untuk perkembangan perusahaan yang mengakibatkan adanya revolusi teknologi transportasi, telekomunikasi dan informasi serta adanya dampak negatif terhadap budaya bangsa.

Peranan filsafat ilmu sebagai dasar dan arah pengembangan ilmu ekonomi dalam rangka meningkatkan mutu para sarjananya menjadi amat penting untuk dipikirkan sebagai prasyaratnya, seperti landasan ontologis, yaitu yang berhubungan dengan materi yang menjadi obyek telaah ilmu. Filsafat ilmu membimbing agar calon ilmuwan ekonomi tidak salah menentukan hakekat apa yang dikaji. Dalam hal ini, manusia dalam hubungannya dengan barang/jasa untuk memenuhi kebutuhannya. Landasan epistemologis, membimbing dalam proses untuk memperoleh pengetahuan ilmiah di bidang ekonomi. Kegiatan dalam mencari pengetahuan tentang obyek apapun termasuk manusia dalam hubungannya benda/jasa untuk memenuhi kebutuhannya, selama hal itu terbatas pada obyek empiris dan pengetahuan tersebut diperoleh melalui metode keilmuan, maka sah disebut keilmuan. Dasar aksiologi, membimbing dalam membahas tentang manfaat dari ilmu pengetahuan ekonomi yang didapatkannya. Di sini ilmuwan bidang ekonomi harus mampu menilai antara yang baik dan yang buruk, sehingga ilmuwan harus memiliki moral yang kuat agar kemajuan ilmu yang dihasilkan tidak menjadi momok yang mengancam kehidupan manusia itu sendiri.

Kenyataan seperti di atas telah diperhatikan oleh (Rizal Mustansyir dan Misnal Musnir,2001) sebagai berikut:

Bagi seorang yang mempelajari filsafat ilmu diperlukan pengetahuan dasar yang memadai tentang ilmu, baik ilmu alam maupun ilmu sosial, supaya para ilmuwan memiliki landasan berpijak yang kuat.

Menyadarkan para ilmuwan agar tidak terjebak ke dalam pola pikir “menara gading”, yakni hanya berpikir murni dalam bidangnya tanpa mengaitkannya dengan kenyataan yang ada di luar dirinya. Padahal setiap aktivitas keilmuan tidak dapat dilepaskan dari konteks kehidupan sosial kemasyarakatan (ilmu saling menyapa).

Apabila hal ini dapat dicapai berarti, bahwa filsafat ilmu benar-benar memberikan kontribusi terhadap peningkatan kualitas sarjana ekonomi. Sebab dengan mempelajari filsafat ilmu, para ilmuwan ekonomi akan menyadari keterbatasan dirinya dan tidak terperangkap ke dalam sikap arogansi intelektual. Selain itu hal yang tak kalah pentingnya adalah adanya sikap keterbukaan diri di kalangan sarjana ekonomi, sehingga dapat mengarahkan seluruh potensi keilmuannya untuk kesejahteraan umat manusia dan lingkungannya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar