Pandangan tentang Alam
Semesta
Dengan prinsip to apeiron, Anaximandros
membangun pandangannya tentang alam semesta. Menurut Anaximandros,
dari to apeiron berasal segala sesuatu yang berlawanan, yang
terus berperang satu sama lain. Yang panas membalut yang dingin sehingga yang
dingin itu terkandung di dalamnya. Dari yang dingin itu terjadilah yang
cair dan beku. Yang beku inilah yang kemudian menjadi bumi. Api yang
membalut yang dingin itu kemudian terpecah-pecah pula. Pecahan-pecahan
tersebut berputar-putar kemudian terpisah-pisah sehingga terciptalah matahari,
bulan, dan bintang-bintang. Bumi dikatakan berbentuk silinder, yang
lebarnya tiga kali lebih besar dari tingginya. Bumi tidak jatuh karena
kedudukannya berada pada pusat jagad raya, dengan jarak yang sama dengan semua
benda lain.
Mengenai bumi, Thales telah menjelaskan bahwa bumi
melayang di atas lautan. Akan tetapi,
perlu dijelaskan pula mengenai asal mula lautan. Anaximandros menyatakan
bahwa bumi pada awalnya dibalut oleh udara yang basah. Karena berputar
terus-menerus, maka berangsur-angsur bumi menjadi kering. Akhirnya,
tinggalah udara yang basah itu sebagai laut pada bumi.
Pandangan tentang
Makhluk Hidup
Mengenai terjadinya makhluk hidup di bumi,
Anaximandros berpendapat bahwa pada awalnya bumi diliputi air semata-mata. Karena
itu, makhluk hidup pertama yang ada di bumi adalah manusia. Karena panas
yang ada di sekitar bumi, ada laut yang mengering dan menjadi daratan. Di
ditulah, mulai ada makhluk-makhluk lain yang naik ke daratan dan mulai
berkembang di darat. Ia berargumentasi bahwa tidak mungkin manusia yang
menjadi makhluk pertama yang hidup di darat sebab bayi manusia memerlukan asuhan
orang lain pada fase awal kehidupannya. Karena itu, pastilah makhluk
pertama yang naik ke darat adalah sejenis ikan yang beradaptasi di daratan dan
kemudian menjadi manusia.
manusia adalah suatu bagian dalam dunia ini yang ada
setealah dunia dan segala makhluk hidup yang ada, itu dikarenakan tidak mungkin
manusia dapat hidup tanpa adanya bahan makanan dan lainnya.
Referensi
1. Simon Petrus L.
Tjahjadi. 2004. Petualangan Intelektual. Yogyakarta: Kanisius. Hal.
21-22.
2. (Inggris)Jonathan Barnes. 2001.
Early Greek Philosophy. London: Penguin.
3. K. Bertens.
1990. Sejarah Filsafat Yunani. Yogyakarta: Kanisius. Hal. 28-31.
4. Inggris)Richard McKirahan.
2003. "Presocratic Philosophy". In The Blackwell Guide to
Ancient Philosophy. Christopher Shields (Ed.). Malden: Blackwell
Publishing.
5. Juhaya S. Praja.
2005. Aliran-Aliran Filsafat dan Etika. Jakarta: Kencana. Hal.
75-77.
6. According to
John Mansley Robinson, An Introduction to Early Greek Philosophy,
Houghton and Mifflin, 1968.
7. Charles H. Kahn.
1972. "Anaximander". In The Encyclopedia of Philosophy Volume
1. Paul Edwards (Ed.). New York: Macmillan Publishing & The Free Press.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar