Farid Herdyawan
2227150125
1. Jelaskan maksud pernyataan bahwa ”filsafat dapat mendorong berkembangnya
ilmu” (philosophy is the mother of science).
Filsafat merupakan inti dari pandangan hidup seseorang terhadap suatu ilmu.
Kenapa disebut sebagai mother of science? Karena dari ilmu filsafat
tersebut seseorang akan mengembangkan ilmu yang ada. Melalui filsafat dia akan
mengetahui banyak hal yang sebelumnya belum terungkap dalam teori. Filsafat
akan mengembangkan wawasan seseorang akan hal-hal yang baru, bahkan ddapat
muncul ilmu-ilmu baru. Pada intinya, filsafat akan menambah wawasan seseorag
sehingga akan menimbulkan hal-hal baru bahkan akan muncul ilmu-ilmu baru dari
pengembangan wawasan ilmu filsafat tersebut. Jaidi, tanpa filsafat tak akan ada
lahir ilmu-ilmu yang dapat kita pelajari saat ini.
2. Salah satu karakteristik berpikir filsafati adalah komprehensif.
Jelaskan hal itu dan beri ilustrasi secukupnya dalam bidang keilmuan.
Berpikir secara komprehensif adalah berpikir secara menyeluruh atau total.
Sebagai contoh ilustrasi, sebuah mobil yang dihadapkan pada 3 profesi yaitu
seorang guru, pedagang, dan montir. Dari ketiga profesi tersebut akan muncul
pula tiga pemikiran yang berbeda. Seorang guru akan berpikir bagaimana cara
membuat mobil dan komponen apa saja yang ada didalamnya, seorang pedagang akan
berpikir bagaimana cara menjadikan mobil tersebut layak untuk dijual, dan untuk
seorang montir akan berpikir bagaimana cara merawat mobil tersebut agar nyaman
untuk dikendarai. Hal itu tidak akan terjadi jika orang tersebut berpikir
filsafati secara komprensif. Dia akan berpikir dan menjelaskan segala hal yang
berhubungan dengan mobil tersebut secara keseluruhan, tidak terpaku pada satu
bidang keahlian atau pada satu bidang keilmuan saja.
3. Secara ontologis, objek kajian ilmu adalah sesuatu yang dapat
diamati dan diukur. Setujukah Anda dengan pernyataan itu? Jelaskan pendapat
Anda dengan disertai dengan ilustrasi yang konkret.
Saya setuju jika dikatakan bahwa ilmu adalah sesuatu yang dapat diamati dan
diukur. Sesuatu dapat dikatakan ilmiah adalah apabila dia bersifat objektif.
Dapat dinilai dari luar maupun dari dalam, objek yang dinilai dapat berupa
objek yang ada maupun yang mungkin ada. Dikatakan mung ada karena masih harus
diuji keberadaannya. Ilustrasi, seorang ilmuwn akan meneliti tentang perlakuan
seorang guru yang memiliki peranan penting untuk meningkatkan pengetahuan
siswanya. Walaupun terlihat tidak nyata, tetapi disini ilmuwan tetap
membutuhkan objek kajian yang dapat diukur. Yang dapat diukur sikap dari
seorang guru untuk meningkatkan pengetahuan dari siswanya dan pengetahuan
dari siswa yang dapat diukur dengan beberapa tes atau wawancara.
4. Apa yang dimaksud dengan metode ilmiah dan bagaimana metode tersebut
teraplikasikan dalam kegiatan penelitian ilmiah?
Metode ilmiah adalah metode pemecahan masalah yang menggabungkan antara
teori dengan kenyataan yang ada. Ilmuwan menggunakan metode ilmiah untuk
memecahkan masalahnya secara sistematis. Yang dimulai dengan adanya masalah,
pengajuan latar belakang, rumusan masalah, tujuan, dan manfaat dilakukannya
penilitian. Kemudian ilmuwan akan menghasilkan kerangka berpikir yang didapat
dari menganalisis dan mensintesis teori yang sudah ada. Dari kerangka berpikir
tersebut dapat ditarik sebuah hipotesa yang bertujuan untuk membandingkan
kenyataan dan hipotesa. Untuk mengetahui apakah hiopotesanya benar maka
dilakukanah pengumpulan data yang relevan kemudian diolah dan dianalisis
sehingga dapat ditarik kesimpulan apakah kenyataan yang ada sesuai dengan
hipotesa yang telah diajukan atau tidak.
5. Bagaimana Anda melihat sumbangan ilmu terhadap agama dan sumbangan
agama terhadap ilmu? Berikan penjelasan secukupnya, disertai dengan
ilustrasi tentang hal tersebut.
Ilmu tanpa agama = lumpuh, agama tanpa ilmu = buta. Ilustrasi, agama Islam
merupakan sumber pengembangan ilmu, semua ilmu yang ada di muka bumi sudah
tertulis di Al-Qur’an dan Al-Hadist, jadi ilmu yang saat ini sudah dikembangkan
oleh ilmuwan hanyalah meneruskan dan mengembangkan apa yang telah tertulis di
Al-Qur’an.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar