- Manusia dengan unsur raganya dapat melahirkan filsafat biologi.
- Manusia dengan unsur rasanya dapat melahirkan filsafat keindahan (estetika).
- Manusia dengan monodualismenya (kesatuan jiwa dan raganya) melahirkan filsafat antropologi.
- Manusia dengan kedudukannya sebagai makhluk Tuhan dapat melahirkan filsafat ketuhanan.
- Manusia dengan kedudukannya sebagai makhluk sosial dapat melahirkan filsafat sosial.
- Manusia sebagai makhluk yang berakal dapat melahirkan filsafat berpikir (logika).
- Manusia dengan unsur kehendaknya untuk berbuat baik dan buruk dapat melahirkan filsafat tingkah laku (etika).
- Manusia dengan unsur jiwanya dapat melahirkan filsafat psikologi.
- Manusia dengan segala aspek kehidupannya dapat melahirkan filsafat nilai (aksologi).
- Manusia dengan dan sebagai warga Negara dapat melahirkan filsafat Negara.
- Manusia dengan unsur kepercayaannya terhadap spiritual dapat melahirkan filsafat agama.
Filsafat sebagai pandangan
hidup (Weltsanchaung) merupakan suatu pandangan hidup yang dijadikan
dasar setiap tindakan dan tingkah laku dalam kehidupan sehari-hari, juga
dipergunakan untuk menyelesaikan persoalan-persoalan yang dihadapi
dalam kehidupan. Pandangan hidupnya itu akan tercermin didalam sikap
hidup dan cara hidup. Sikap dan cara hidup tersebut dapat muncul apabila
manusia memikirkan dirinya sendiri secara total.
Asmara Achmadi. “Filsafat Umum”. Jakarta: Rajawali Pers. 2010
Tidak ada komentar:
Posting Komentar